Trak ! Abdillah begitu kesal, membanting kuas lukis ke-meja dan meremas-remas kertas gambar itu sampai lumat lalu mencampakkannya kelantai, berbaur dengan gumpalan-gumpalan kertas lain yang sudah lebih dulu berserakan. Sedang disampingnya, setan hanya tersenyum-senyum simpul. "Okh kenapa susah sekali, gak ada yang mirip dia,". "Ckkkh... coba lagi tuan, ini belum yang ke-sepuluh. Tuan pasti bisa, aku yakin. Ada bakat itu ditanganmu". "Tapi setan, ini konyol sekali, biasanya aku hanya menggambar dua gunung dan matahari terbit. Sekarang kau suruh aku melukis wajah Ar-rahma,". Abdillah menghempaskan tubuhnya ke pembaringan. Sementara setan tampak beringsut mendekat ke si bocah. "Tuan, aku mulai memahami hati terluarnya, Ar-rahma menyukai ini. Dia juga hobby menggambar walaupun hasil gambarnya lumayan jelek. Dan dalam hal ini aku berani menjamin, apa yang anda lakukan hari ini akan memiliki pengaruh besar; menjadi penentu bagaimana dimasa depan dia akan...
Komentar
Posting Komentar