Postingan

SANG SETAN, Bagian 4

Gambar
"Tuhan, hari-hari-Mu masih seperti biasa, sepi dan terus berganti. Pergantian yang sekaligus menyadarkan aku pada hilangnya satu hal yang telah sedemikian karib dengan diri; Mimpi penuh warna yang mengagumkan itu.  Yang telah beratus malam kami lewati bersama tanpa saling mengenal, sekarang meninggalkanku tanpa tanda pengetahuan apapun sebagaimana ia datang. Tepat, ketika malam-malam awal dari masa-masa yang penuh kegilaan ini dimulai. Sama halnya dengan kenapa ia datang dan sedalam apa maknanya yang tak pernah kumengerti...  Akupun tak tahu kenapa ia pergi.   Namun pergantian hari-Mu jualah pada akhirnya yang memberiku jawaban.  Jawaban yang lebih hebat, lebih indah namun lebih pekat menggetarkan.    Aku percaya, hanya yang turun dari bintang cemerlang dilangit timur-lah yang kuasa menggantikan mimpi warna luarbiasa yang telah beratus kali mendatangiku itu, dan dia ini... memang teramat sangat menakjubkan;  Bidadari". *** Beberapa malam setelah hari...

SANG SETAN, Bagian 2

Gambar
“Dewi... Ini malam ke limapuluhsatu sejak aku memandangmu di selatan pada senja hari yang terik itu... “Engkau datang bersama hembusan angin dan memaku ragaku dalam kagum yang menakjubkan. Cahaya laksana mutiara meredupkan sinar sang surya yang kalah tersipu oleh hadirmu. Aku berharap semua tak nyata, namun apa daya kini aku tak berdaya. Sebab, telaga di bola matamu seperti cermin yang membiaskan setiap warna diseluruh padang, semua memudar malu, menyatu dalam gaun merah marun yang menyembunyikan anggun tubuhmu dibaliknya. Mungkin merupakan suatu keniscayaan jika semua ini terjadi. Ketika alam-pun ikut menjadi bodoh!  Seperti tololnya keadaanku sewaktu ikut larut mengagumimu.   Dewi, bersama hembusan angin terik dari senja hari itu, ingatan tentangmu memompa jantungku lebih kuat dari biasanya sehingga kini sungguh tak bernada lagi. Dan malam ini....  Jiwaku sungguh tak menentu dikala waktu menjebakku dalam udara yang penuh gambarmu”.   ***   Hari tersad...