SANG SETAN, Bagian 7
Mirip tiga tahun sebelumnya, keadaan di kamar Abdillah masih sama, berantakan dan penuh dengan sarang laba-laba. Sementara lembar-lembar kertas lusuh juga masih teracak di atas meja dengan sebagian yang lain berserakan dilantainya. Namun begitu, pada dinding kamar yang sekarang sudah lebih halus ada satu hal yang lumayan akan menarik perhatian bagi yang baru memasuki kamar tersebut. Yakni sejumlah poster berukuran besar karya Abdillah sendiri yang kesemuanya bertemakan tentang perang jihad melawan Rusia di Chechnya atau keangkuhan Zionis dan Amerika atas dunia muslim , "Death for America, death for Israel. Allah is great!". Hari ini Abdillah masih setia bergelut dengan catatan-catatan harian yang seperti dokumen-dokumen kuno itu, ketika Ibnu Sidik; karibnya yang terpercaya tiba-tiba muncul dipintu kamar. "Masuklah teman," Sapanya lirih seperti merajuk, yang hanya dibalas oleh sang kawan dengan senyum simpul sembari membaringkan dirinya ke tempat tidur bersisian den...