Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

SANG SETAN, Bagian 11

Gambar
  Sore itu langit terlihat cerah. Indah birunya seperti tak pernah menyerah menebarkan kilau harapan bagi setiap makhluk di Desa Kecil.  Diselatan, hamparan padang tampak telah lengang karena sebagian besar penggembalanya telah pulang. Tinggal Abdillah dan Ibnu Sidik saja yang masih bertahan seperti tak peduli bahwa alam sedang menuju petang. Kedua remaja itu malah melangkah kesebatang pohon besar yang terus bergoyang dihembus semilir angin dan berbaringan dibawahnya... Sementara dari kejauhan, suara koak burung gagak terdengar bersahutan, seperti sedang mendendangkan tembang tentang pemakaman.   Beberapa hari telah berlalu, namun perasaan hancur serta kepedihan paling pahit masih menggelayut dalam jiwa Abdillah sejak peristiwa malam durjana dengan Ar-rahma.    "Ternyata perasaan Ar-rahma kepadaku memang tak seperti yang kita pahami, Ibnu Sidik". Abdillah menggeliat gelisah, ia berguling membenamkan wajah ke rerumputan disekeliling kepala. Dan seperti geram, si ...